PT Perta Samtan Gas | Penghematan Energi PS Gas
7595
post-template-default,single,single-post,postid-7595,single-format-standard,ajax_updown_fade,page_not_loaded,boxed,,qode-title-hidden,footer_responsive_adv,qode-content-sidebar-responsive,wpb-js-composer js-comp-ver-5.1.1,vc_responsive

Penghematan Energi PS Gas

PT Perta Samtan Gas, Kilang Ekstraksi merupakan salah satu kilang produksi yang mengolah Gas Alam menjadi produk berupa Natural Gas Liquid (NGL) sebagai bahan baku pembuatan Liquified Petroleum Gas (LPG) dan Kondensat.

Gambar 1. Skema Proses Produksi Kilang Ekstraksi

Dalam melakukan proses produksinya, Kilang Ekstraksi memanfaatkan beberapa fasilitas pendukung (sistem utilitas) demi tercapainya produk NGL yang berkualitas. Fasilitas pendukung yang signifikan digunakan di Kilang Ekstraksi adalah fuel gas dan listrik. Dimana kedua sistem pendukung tersebut merupakan konsumsi energi tertinggi di PT Perta Samtan Gas. Energi fuel gas sebagian besar digunakan sebagai bahan bakar pada peralatan utama seperti Gas Engine Generator, Solar Turbine, dan Heater. Energi listrik sebagian besar digunakan di proses produksi kilang untuk menggerakkan motor listrik.

Gambar 2. Profil Konsumsi Energi Pabrik Kilang Ekstraksi

Dari Gambar 1.2. dapat dilihat bahwa penggunaan energi yang paling signifikan adalah energi fuel yaitu sebesar 71,96% dari total penggunaan energi di proses pengolahan Natural Gas Liquid (NGL). Sedangkan pengguna energi signifikan untuk fuel gas terletak pada area Feed & Lean Gas Compressor (Solar Turbine) dan Gas Engine Generator (GEG). Kegiatan efisiensi energi yang mulai dilakukan untuk menurunkan total konsumsi penggunaan fuel gas di Kilang Ekstraksi adalah dengan memasang fuel metering di setiap peralatan utama pengguna fuel gas. Hal ini dikarenakan total konsumsi energi fuel hanya terbaca pada totalizer metering saja sehingga total konsumsi fuel kurang akurat. Sampai saat ini pengerjaan pemasangan fuel metering masih on-progress, dimana estimasi penyelesaian pada akhir 2017, sehingga perhitungan efisiensi energi belum bisa direalisasikan.

Gambar 3. Distribusi Konsumsi Energi Fuel di Kilang Ekstraksi

Gambar 4. Distribusi Konsumsi Listrik di Kilang Ekstraksi

Setelah dilakukan diskusi mengenai permasalahan tersebut didapatkan hasil yaitu kegiatan konservasi energi yang dianggap tepat untuk melalukan pengurangan konsumsi energi listrik adalah dengan melakukan penginstalan Variable Frequency Drive (VFD) di NGL Pump B dan mencoba mulai melakukan penginstalan timer pada lighting didalam kilang Ekstraksi. Dari inovasi ini, intensitas penggunaan energi rata-rata turun sebesar 133.152 KWh/Tahun atau setara dengan 454 MMBTU/Tahun. Total penghematan yang diperoleh dari program ini adalah sebesar Rp 22.597.657/Tahun.